You don't have javascript enabled. Good luck with that.
Pencarian
45 Guru di Jaksel Ikuti Pelatihan Pembinaan PMR
photo Tiyo Surya Sakti - Beritajakarta.id

45 Guru di Jaksel Ikuti Pelatihan Pembina PMR

Sebanyak 45 guru dari wilayah Suku Dinas Pendidikan Wilayah I dan II Jakarta Selatan mengikuti Pelatihan Guru Pembina Palang Merah Remaja (PMR) tingkat Mula, Madya, dan Wira di Gedung Diklat Markas Palang Merah Indonesia (PMI) setempat. 

"Kontribusi terbaik bagi para peserta didik"

Wakil Wali Kota Jakarta Selatan, Ali Murthadho mengatakan, keberadaan guru pembina PMR memiliki peran strategis dalam membentuk karakter generasi muda. 

6.000 Anggota PMR Jaktim Dilantik

Menurutnya, guru tidak hanya bertugas menyampaikan materi, tetapi juga menjadi teladan, motivator, sekaligus pembimbing dalam menumbuhkan jiwa kemanusiaan di kalangan pelajar.

"Pembinaan yang berkualitas akan melahirkan anggota PMR yang tidak hanya cakap dalam keterampilan kepalangmerahan, tetapi juga memiliki empati, integritas, dan kepedulian terhadap sesama. Hal ini sejalan dengan komitmen PMI dalam memperkuat kapasitas guru pembina agar pembinaan PMR di sekolah semakin berkualitas," ujarnya, Jumat (24/7).

Ali menjelaskan, PMR merupakan bagian integral dari PMI yang memiliki peran penting dalam pembangunan karakter generasi muda. Selain membentuk generasi yang tanggap terhadap bencana, PMR diharapkan dapat berkontribusi dalam mempromosikan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) di lingkungan masyarakat.

"Saya menaruh harapan besar agar keterampilan para anggota PMR dapat terus ditingkatkan setiap tahunnya, selaras dengan perkembangan zaman. Kita semua berharap PMR dapat memberikan kontribusi terbaik bagi para peserta didik, terutama melalui konsep tanggap bencana dan kepedulian terhadap isu-isu sosial dan aspek kemanusiaan lainnya," terangnya.

Ketua PMI Jakarta Selatan, Mundari memaparkan, para peserta mendapatkan berbagai materi selama pelatihan. Materi tersebut meliputi pengetahuan dasar kepalangmerahan, dan pembangunan kapasitas (capacity building).

Kemudian, struktur organisasi dan kolaborasi, serta pentingnya memberikan pemahaman kepada orang tua agar senantiasa mendukung kegiatan PMR di sekolah.

"Saya berharap para guru terus memperkaya keilmuannya. Hasil dari pelatihan ini harus dapat diaktualisasikan dan dipergunakan dengan sebaik-baiknya di sekolah masing-masing," ungkapnya.

Sementara itu, Ketua Pelaksana Pelatihan, Supardi, menambahkan, kegiatan tersebut bertujuan meningkatkan kapasitas dan kompetensi guru pembina PMR dalam membina, mendampingi, serta mengembangkan kegiatan Palang Merah Remaja di lingkungan sekolah.

"Peningkatan kompetensi guru pembina diharapkan dapat mendorong kegiatan PMR agar semakin aktif, terarah, dan berkesinambungan sesuai dengan prinsip-prinsip kepalangmerahan," bebernya.

Ia menuturkan, pelatihan berlangsung selama tiga hari, 24-27 Juli 2026. Para peserta mendapatkan materi dari narasumber yang berasal dari PMI Kota Jakarta Selatan dan PMI Provinsi DKI Jakarta.

"Semoga kegiatan ini memberikan manfaat yang besar, memperkuat kompetensi para guru pembina, dan menjadi langkah nyata dalam mencetak generasi muda Jakarta Selatan yang berkarakter, berempati, serta memiliki semangat kemanusiaan yang tinggi," tandasnya.

Berita Terkait
Berita Terpopuler indeks
  1. Munjirin Tinjau Ring Tinju di Kolong Flyover Kampung Melayu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye5490 personNurito
  2. Hari Pertama JRF 2026, Kualitas Udara Jakarta Lebih Nyaman

    access_time24-10-2026 remove_red_eye1946 personBudhi Firmansyah Surapati
  3. Jakarta Running Festival Berpotensi Terus Berkembang

    access_time27-10-2026 remove_red_eye1920 personFakhrizal Fakhri
  4. Lahan Tidur di Cijantung Jadi Taman Interaktif Diapresiasi Warga

    access_time23-10-2026 remove_red_eye1888 personNurito
  5. 105 Ribu Bibit Mangrove Bakal Ditanam di Kepulauan Seribu

    access_time26-10-2026 remove_red_eye1696 personAnita Karyati